top of page

Pertemuan 6 Injil Markus

oniimeldanahas

Ø Penulis

Penulis. Penulis Injil ini adalah Markus, yang disebut juga Yohanes, kemenakan Barnabas, rekan sekerja Paulus dan yang disebut Simon Petrus sebagai "anaknya", yaitu "anak rohani" atau murid terdekatnya.

Ø Penerima

orang-orang Kristen di Roma

dan tujuan penulisan injil Markus

1. Penulisan ini ditujukan kepada orang-orang Kristen di Roma, maka itu bahasa yang digunakan pada penulisan-penulisannya dianggap sedikit kasar untuk orang Yahudi, khususnya penggunaan nama Allah yang dianggap sakral,tidak sembarang untuk digunakan, contoh: Kerajaan Allah.

2. Memproklamirkan kabar baik tentang kemenangan Allah atas kuasa jahat, baik itu terhadap sakit penyakit akibat dosa dan kuasa jahat.

3. Untuk melawan ajaran bidat Dosetisme / Dosetism yang ada pada saat itu, yang mengatakan bahwa Yesus hanya manusia biasa, dengan mengambil contoh bahwa Yesus itu menderita, disiksa dan mati disalib, karena menurut ajaran ini jika Yesus Anak Allah seharusnya hal ini tidak mungkin terjadi.

Penekanan Penulisan

· Untuk memberikan kekuatan kepada orang Kristen hidup dalam aniaya dan pengejaran yang dillakukan oleh orang Yahudi dan adanya melawan ajaran bidat-bidat yang ada saat itu. Hal ini membuat injil Markus ini mempunyai ciri:

· Merupakan kitab paling pendek diantara injil-injil lain, tapi merupakan kitab tertua Atau boleh disebut juga “Penemu atau Pencipta” gaya sastra “injil”

· Mempunyai kesan bahwa injil Markus ini ditulis dengan tergesa-gesa

· Hanya menceritakan Tuhan Yesus itu sanggup mengatasi permasalahan yang ada dengan mujijat yang dilakukanNYA, tanpa menceritakan dengan detail, hal ini berbeda dengan Matius yang menceritakan secara detail mujijat Tuhan Yesus dengan mengutip ayat-ayat di Perjanjian Lama.

· Menekankan apa yang dilakukan oleh Yesus yaitu mujijat, bukan pengajaranNYA. Karena ditujukan untuk orang-orang Non Yahudi. Sehingga bisa dikatakan sebagai injil Misi.

Inti dari Injil Markus:

1. Markus menceritakan kehidupan Yesus secara praktis, melalui pemberitaan Yesus yang berkuasa atas segala macam penyakit dan kuasa atas roh-roh jahat, sehingga mempunyai daya tarik untuk orang-orang Romawi, mereka menghormati pahlawan-pahlawan dan orang kuat. Kaisar dimuliakan sebagai dewa

Contoh: Markus menceritakan bahwa Yesus mengajarkan murid-muridnya, tanpa menceritakan apa isi pengajaran Yesus itu.

2. Markus tidak bermaksud menulis riwayat Yesus, tapi memberitakan Injil Yesus Kristus.

Yang diberitakan adalah hal baru yang dibaca orang pada jaman itu, dengan gaya yang sederhana, tanpa ada pengetahuan Teologi, karena tidak mengutip ayat-ayat Perjanjian Lama.

Ø Mujizat-mujizat Tuhan Yesus dalam Injil Markus

· perumpamaan-permpamaan dalam injil Markus Anak yang hilang

· Hakim yang tidak adil

· Penabur dan benih





· Permulaan Pekerjaan Sang Hamba (Mrk. 1-3)

· Injil Markus dimulai dengan, “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” Kemudian, ada kutipan dari dua nabi Perjanjian Lama, yaitu Maleakhi dan Yesaya (dari Mal. 3:1 dan Yes. 40:3). Yohanes Pembaptis datang sebagai pelopor atau pendahulu untuk mempersiapkan jalan bagi Mesias. Yesus dibaptis dalam air dan Roh Kudus turun ke atas Dia lalu Allah berkata, “Engkaulah Anak-Ku yang dikasihi.” Yesus kemudian dicobai oleh Iblis.

· Selanjutnya, Yesus memulai pelayanan-Nya di Galilea (Mrk. 1:4–3:6). Dia mulai dengan memberitakan Injil dan memanggil murid-murid dekat Danau Galilea. Dia membuktikan kuasa-Nya atas setan-setan dan atas bermacam-macam penyakit (Mrk. 1:21-45). Pada waktu itu mulai timbul tantangan dari pemimpin agama. Ahli Taurat marah ketika Yesus berkata bahwa dosa seorang lumpuh sudah diampuni (Mrk. 2:1–12). Dia memanggil seorang berdosa, Lewi anak Alfeus, yaitu Matius, untuk menjadi murid-Nya. Saat itu Yesus menjelaskan bahwa Dia tidak datang untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa (Mrk. 2:13). Yesus juga ditantang terus-menerus oleh pemimpin agama, contohnya tentang masalah puasa (Mrk. 2:18-22) dan masalah hari Sabat (Mrk. 2:23-28; 3:1-6). Dia memanggil dan menetapkan 12 orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil (Mrk. 3:13-19). Para anggota keluarga-Nya sendiri berkata tentang Yesus, “Ia tidak waras lagi!” (Mrk. 3:21) dan ahli-ahli Taurat berkata, “Ia kerasukan Beelzebub,” (Mrk. 3:20-30), tetapi Yesus menjelaskan bahwa saudara-saudaranya yang sebenarnya adalah mereka yang melakukan kehendak Allah (Mrk. 3:31-35).

· Pelayanan Hamba Allah dan Kuasa-Nya (Mrk. 4-10)

· Yesus adalah Hamba Allah yang mengajar Yesus mulai mengajarkan banyak hal di tepi Danau Galilea dengan memakai perumpamaan, yaitu perumpamaan seorang penabur, pelita di bawah gantang, benih yang tumbuh, dan biji sesawi. Para murid-nya secara khusus diingatkan hingga dua kali, “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” (Mrk. 4:9, 23). Perumpamaan Kerajaan Allah diberitakan kepada orang banyak tetapi diuraikan kepada para murid-Nya secara tersendiri (Mrk. 4).

· Yesus adalah Hamba Allah yang penuh kuasa atas Iblis, penyakit dan maut Di Gerasa, Yesus menunjukkan kuasa-Nya dengan mengusir roh jahat. Sesudah Dia menyeberang Danau Galilea, orang banyak bondong-bondong mengikuti Dia. Seorang perempuan yang telah 12 tahun lamanya menderita menjamah Yesus dan disembuhkan, dan seorang anak perempuan berumur 12 tahun dibangkitkan dari kematian. Yesus memiliki kuasa untuk menolong manusia (Mrk. 5).

· Yesus adalah Hamba yang ditolak dan ditantang tetapi berkuasa atas alam Di Nazaret, tempat asal-Nya, Yesus ditolak. Keluarga-Nya sendiri pun kecewa dan menolak Dia. Namun, Yesus mulai memultiplikasikan pelayanan-Nya dengan mengutus ke-12 murid untuk memberitakan Injil. Ketika mendengar Yohanes Pembaptis dibunuh, Yesus mengajak murid-murid-Nya mengasingkan diri ke tempat yang sunyi, tetapi orang banyak tetap mencari Yesus. Karena belas kasihan, Yesus memberi mereka makan dengan memultiplikasikan lima roti dan dua ikan. Yesus juga mendemonstrasikan kuasa-Nya atas alam dengan berjalan di atas air dan meredakan angina ribut. Demikian pula, dengan jamahan jumbai jubah-Nya atau jamahan tangan-Nya banyak orang disembuhkan (Mrk. 6).

· Yesus adalah Hamba Allah yang sanggup menangani masalah setiap orang Kepada orang Farisi dan ahli Taurat yang menantang, Yesus memberi teguran dan penjelasan Firman Tuhan dari Taurat dan kitab para nabi. Lagi-lagi Dia menegaskan, “Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah Ia mendengar! (Mrk. 7:16). Kepada seorang Siro-Fenisia yang meminta kesembuhan bagi anaknya, Yesus menantang cukup keras, lalu memuji iman-Nya dan memberi kelepasan dan kesembuhan bagi anak perempuannya. Kepada orang tuli Yesus pun memberi kesembuhan. Berulang kali Yesus berpesan supaya mukjizat-Nya jangan diceritakan, tetapi makin dilarang-Nya, justru mukjizat-Nya makin luas diberitakan! (Mrk. 7).

· Yesus adalah Hamba yang mengerti penderitaan Hati Yesus tergerak oleh belas-kasihan sampai Dia memberi makan empat ribu orang. Hati-Nya mengeluh ketika dihadapkan pada orang Farisi yang mencari tanda dan membawa pengajaran sesat. Hati-Nya frustrasi dengan murid-murid-Nya yang belum kunjung mengerti. Dia memegang tangan orang buta, membawanya ke luar kampung dan menyembuhkan orang buta itu secara khusus. Di Kaisarea-Filipi, Petrus mengaku kepada Yesus, “Engkaulah Kristus,” tetapi Yesus kemudian melarang mereka memberitahukan hal ini kepada siapa pun. Untuk pertama kali, Dia memberi tahu mereka bahwa Dia akan menderita, dibunuh, dan bangkit. Ketika Petrus melawan perkataan-Nya itu, Yesus menegurnya dan mengajar para murid-Nya bahwa mereka harus menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Dia (Mrk. 8).

· Yesus adalah Hamba Allah yang dipermuliakan Yesus dipermuliakan di atas gunung yang tinggi dengan Musa dan Elia tampak bersama dan berbicara dengan Dia. Sesudah itu, Yesus menyembuhkan anak yang kerasukan roh. Yesus sungguh berkuasa tetapi untuk kedua kalinya Yesus berkata kepada murid-Nya bahwa Dia akan diserahkan, dibunuh, dan bangkit kembali. Namun, mereka masih saja tidak mengerti, bahkan mereka memperbincangkan siapa yang akan terbesar dalam Kerajaan Allah. Yesus harus menjelaskan kepada mereka bahwa yang terbesar adalah yang terakhir dan pelayan dari semuanya. Yesus memberi peringatan tentang penyesatan dan menyatakan bahwa setiap orang akan digarami dengan api. Kemuliaan adalah hasil menjadi hamba, merendahkan diri dan melalui api (Why. 9).

· Yesus adalah Hamba dengan jawaban bagi semua masalah seumur hidup Tentang masalah perkawinan dan penceraian, Yesus mengajarkan prinsip dasar yang terdapat dalam kitab Kejadian. Tentang anak-anak-kecil, Dia memeluknya, meletakkan tangan-Nya atas mereka, dan memberkati mereka. Kepada orang muda yang kaya, Dia menaruh kasih-Nya kepadanya dan memanggil orang itu untuk mengikut-Nya. Tentang orang kaya, Yesus menjelaskan betapa sulitnya mereka masuk Kerajaan Allah. Selain itu, untuk kali ketiga, Yesus berkata bahwa Dia akan diserahkan, dijatuhi hukum mati, diolok-olok, diludahi, disesah, dan dibunuh, lalu sesudah tiga hari akan bangkit kembali. Kepada Yakubus dan Yohanes, Yesus mengajar bahwa yang terbesar di antara mereka adalah yang menjadi hamba untuk semuanya, “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”. Kemudian di jalan ke Yerikho Yesus sekali lagi melayani orang buta, yaitu Bartimeus, dengan menyembuhkannya (Why. 10).

· Puncak Pelayanan Sang Hamba dan Penderitaan-Nya (Mrk. 11-15)

· Minggu terakhir Yesus Sepertiga dari Injil Markus menceritakan ajaran dan pengalaman Yesus selama minggu terakhir kehidupan-Nya. Dalam minggu terakhir kehidupan Yesus ada banyak tantangan dan perlawanan. Jelaslah bahwa semua orang tidak mengerti Yesus. Orang banyak mendengar perumpamaan-Nya tetapi tidak mengerti. Pemimpin agama menganggap Dia sesat dan kuasa-Nya datang dari Iblis. Keluarga-Nya tetap tidak mengerti dia, bahkan murid-murid-Nya sendiri akan meninggalkan dan menyangkal Dia.

· Yesus memasuki Yerusalem sebagai Hamba Allah Di Bukit Zaitun, Yesus menemukan keledai dan naik ke atasnya untuk masuk kota Yerusalem. Dia tidak naik kuda yang mulia tetapi keledai yang sederhana. Dia disambut oleh orang-orang yang berseru “Hosana!” Kemudian, Dia mengutuk pohon ara yang tidak berbuah. Dia juga membersihkan Bait Allah yang sudah dinajiskan. Yesus juga mengajar murid-murid-Nya bahwa dengan iman gunung dapat dipindahkan. Selain itu, Yesus juga mengajar mereka berdoa dan mengampuni. Yesus ditantang oleh para imam besar, ahli Taurat, dan para ketua yang menanyakan sumber otoritas-Nya. Lagi-lagi, Yesus membuat semua tokoh itu heran dan Dia menggagalkan niat jahat mereka oleh hikmat-Nya (Mrk. 11).

· Yesus menyatakan Hikmat Hamba Allah Setelah itu, Yesus mengajar tentang perumpamaan kebun anggur. Kemudian, Dia harus menghadapi orang Farisi yang bertanya tentang membayar pajak kepada Kaisar, orang Saduki yang bertanya tentang kebangkitan, dan ahli Taurat yang bertanya tentang perintah terbesar. Yesus sendiri bertanya kepada mereka bagaimana mungkin Kristus adalah Anak Daud. Hikmat Yesus yang luar biasa itu menakjubkan orang dan orang biasa senang mendengar pembicaraan-Nya. Jelas sekali perbedaan sikap munafik dan sombong ahli Taurat dengan sikap seorang janda miskin yang masuk Bait Allah dan memberikan segala yang dia miliki (Mrk. 12).

· Yesus sebagai seorang Nabi yang memberi wahyu tentang akhir zaman Pengajaran akhir zaman dalam kitab Markus mirip dengan Matius 24 dan Lukas 21. Sebelum Yesus mati dan bangkit, Dia mengambil waktu untuk mengajar para murid-Nya bahwa walaupun akan ada masa siksa yang akan datang, pada akhirnya Dia akan dating kembali dengan kemenangan. Dia memerintahkan mereka untuk berjaga-jaga (Mrk. 13).

· Penderitaan, penangkapan, dan kematian Yesus Di bagian ini, telah tiba Paskah terakhir untuk Yesus. Seorang perempuan mengurapi kepala-Nya dengan minyak. Yudas Iskariot bersiap mengkhianati-Nya saat Yesus merayakan Paskah dengan perjamuan malam yang terakhir dengan murid-Nya. Sesudah berdoa di Taman Getsemani Yesus, sebagaimana sudah dinubuatkan-Nya tiga kali, dikhianati, ditangkap, dibawa ke hadapan Mahkamah Agama. Dia menghadapi saksi palsu, diolok-olok, diludahi, dipukul, disalibkan, dan mati. Kepala pasukan yang menyaksikan semuanya itu berkata, “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!” Markus menampilkan Yesus sebagai hamba Allah yang menderita (Mrk. 14-15).

· Kebangkitan Yesus Pada hari pertama dalam minggu itu, tiga perempuan melihat kubur Yesus batunya sudah terguling. Mereka cepat-cepat pergi memberi tahu para murid Yesus tetapi mereka tidak percaya Dia bangkit. Yesus sendiri menampakkan diri kepada Maria Magdalena yang juga memberi tahu para murid lagi. Tetap saja, murid-murid itu tidak percaya. Yesus juga menampakkan diri kepada dua murid yang lalu memberi tahu para murid lain, tetapi mereka tetap tidak percaya. Hanya sesudah itu, barulah Yesus sendiri datang kepada ke-12 murid dan menegur mereka karena ketidak-percayaan mereka (Mrk. 16:1-14).



· Amanat Agung Yesus Walaupun ayat-ayat terakhir dalam Injil Markus tidak termasuk beberapa terjemahan, tetapi beritanya penting bagi kita. Pesan Yesus terakhir kepada murid-murid-Nya adalah Amanat Agung, sama seperti yang disebut dalam Matius 28. Ditambahkan di sini bahwa akan ada tanda-tanda yang menyertai orang yang percaya, yaitu mereka akan mengusir setan, berbahasa baru, tidak akan mati kalau digigit ular atau makan racun, dan menyembuhkan orang sakit. Selanjutnya, Yesus diangkat ke surga dan murid-murid-Nya pergi memberitakan Injil, sementara Tuhan meneguhkan Firman-Nya dengan tanda-tanda itu (Mrk. 16:15-20).

Tugas

Baca kitab Markus dan tuliskanlah makna dari perumpamaan-perumpamaan yang diipakai Yesus


Recent Posts

See All

Pertemuan 4. Surat 1 Dan 2 Korintus

Latar Belakang Surat I Korintus Ketika Paulus sedang berada di suatu tempat di Asia (1 Kor. 16:19) (pendapat lain menyebut Paulus sedang...

Comments


bottom of page